LAMONGAN – Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, terpilih menjadi salah satu titik strategis pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Lamongan. Pada Kamis (22/01), Camat Karanggeneng melakukan kunjungan kerja untuk meninjau proyek strategis budidaya ikan lele yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya monitoring pemerintah kecamatan terhadap program ketahanan pangan nasional yang diturunkan ke tingkat desa.
Program budidaya lele ini bukanlah program sembarangan, melainkan bantuan strategis dari Dinas Perikanan Pusat (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Di seluruh Kabupaten Lamongan, tercatat hanya empat desa yang terpilih sebagai penerima manfaat program ini. Terpilihnya Desa Latukan didasarkan pada kesiapan infrastruktur, komitmen perangkat desa, serta adanya lembaga ekonomi desa yang aktif dan sehat untuk mengelola bantuan tersebut.
Dalam kerjasama ini, pemerintah pusat memberikan dukungan berupa sarana produksi perikanan yang lengkap, mulai dari bangunan, benih unggul hingga pakan berkualitas. Sebagai bentuk sinergi, Pemerintah Desa Latukan telah menyiapkan fasilitas pendukung utama secara mandiri. Hal ini meliputi penyediaan lahan yang strategis, pembangunan sistem pengairan yang mumpuni untuk menjaga kualitas air kolam, serta penyediaan akses listrik guna mendukung penggunaan teknologi aerasi dan peralatan operasional lainnya.
Untuk menjamin profesionalitas dan transparansi, pengelolaan unit usaha perikanan ini diamanahkan sepenuhnya kepada Koperasi Desa Merah Putih. Penempatan di bawah naungan koperasi bertujuan agar roda ekonomi yang dihasilkan dapat berputar kembali ke masyarakat desa. Dengan manajemen yang terpusat, diharapkan bantuan ini tidak hanya menjadi program sekali jalan, tetapi menjadi aset abadi desa yang terus berkembang.
Dalam peninjauan tersebut, Camat Karanggeneng melihat langsung infrastruktur 24 kolam budidaya yang tertata rapi. Saat ini, tercatat kurang lebih 60.000 bibit lele sedang dalam masa pertumbuhan di kolam-kolam tersebut. Skala populasi yang masif ini diproyeksikan akan menjadikan Desa Latukan sebagai salah satu pemasok ikan lele terbesar di wilayah Kecamatan Karanggeneng saat masa panen tiba nanti.
Camat Karanggeneng dalam kunjungannya menyampaikan rasa bangga atas kesiapan teknis yang ditunjukkan di lapangan. Menurutnya, keberanian Desa Latukan untuk mengambil tanggung jawab penyediaan listrik dan pengairan mandiri menunjukkan mentalitas desa yang siap maju. Ia berharap sinergi antara bantuan pusat dan kemandirian desa ini dapat menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di wilayah Karanggeneng dalam mengoptimalkan bantuan pemerintah.
Dengan dukungan penuh dari berbagai lini, Desa Latukan kini optimistis mampu bertransformasi menjadi sentra penghasil lele unggulan di Lamongan. Langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat setempat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa secara signifikan melalui sektor perikanan darat.
Namun, daya tarik kunjungan ini tidak berhenti di sektor perikanan saja. Setelah meninjau area kolam, rombongan Camat beralih menuju area ketahanan pangan sektor hortikultura, yakni perkebunan melon yang selama ini menjadi komoditas unggulan Desa Latukan. Integrasi antara sumber protein hewani dari lele dan produk buah-buahan unggulan ini menciptakan profil ketahanan pangan yang sangat lengkap di satu desa.
Rangkaian kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi petik melon bersama. Camat Karanggeneng bersama perangkat desa memanen langsung buah melon yang sudah memasuki masa petik. Kegiatan simbolis ini menandai keberhasilan Desa Latukan dalam menyinergikan berbagai sektor pangan. Dengan kesuksesan di sektor perikanan dan pertanian melon, Desa Latukan kini siap menjadi mercusuar kemandirian pangan bagi desa-desa lain di Kabupaten Lamongan.
admin A